SURGA itu seperti Perpustakaan yang sangat besar.

HP 081265748769

HP 081265748769

4.12.14

Mengenal Jati Diri

Didalam kehidupan ini istilah mencari jati diri ini muntkin sudah tidak asing lagi, ungkapan tersebut sebetulnya pada jaman dahulu kala sangat sakral, hanya orang-orang tertentulah yang dapat mengetahuinya. Untuk itu penulis akan membahas suatu ilmu yang mengajarkan kita untuk lebih mengenal tentang jati diri agar tujuan akhirnya kita dapat lebih mengenal dan dekat dengan tuhan Kita Allah ‘azzawajalla. beruntung bagi kita biasanya orang yang memiliki ilmu ini hanya dapat dimiliki oleh para ksatria, orang-orang kraton, para sepuh atau lingkungan orang-orang ahli tarekat. namun dengan seiringnya perkembangan jaman dan bergulirnya waktu, akhirnya ilmu rahasia ini dapat kita peroleh melalui berbagai sumber, seperti padepokan atau sebuah perguruan, pondok pesantren, buku, internet, radio, televisi  dll.
Setelah sekian lama penulis menyelami dunia spiritual, bahkan hamper 20 tahun lamanya mencari dari berbagai sumber. ternyata tidaklah mudah untuk menemukan rahasia dari jati diri ini. Dan buku bukanlah penuntun untuk mencapai tujuan dari spiritual ini karena buku halnya sebagai pedoman atau toloak ukur bahwa gambarannya tidak jauh dari sebuah perbandingan atau hipotesa dari berbagai sumber dan pengalaman. begitupun juga memasuki berbagai perguruan dan padepokan bahkan sampai tingkat pondok pesantren ilmu rahasia dari jati diri yang sebenarnya sangat sukar untuk didapatkan, mungkin wawasan yang penulis dapatkan sekitar 30 sampai 70% dari berbagai sumber tersebut. Ternyata tidaklah mudah untuk menemukan identitas dari diri ini, terkadang penulis banyak menghadapi kendala dalam perjalanan spiritual ini teutama dalam hal untuk menunjang kebutuhan lahiriah keluarga, karena ini adalah hal yang paling penting dan termasuk dalam bekal untuk beribadah. akan tetapi kita jangan sampai lupa dan terlena, apabila kebutuhan utama sudah cukup dan terpenuhi tujuan kita yaitu kembali kepada jalan spiritual dan jangan sampai terjebak oleh kepuasan materi dunia.


Pada dasarnya kunci pertama untuk mencari jati diri adalah perlunya wawasan atau pengetahuan. semakin kita berinteratif dengan lingkungan spiritual, maka petunjuk kita semakin dekat. perjalanan penulis dalam mencari jati diri dimulai dari kota kekota, dari desa ke desa, bahkan sampai ke pedalaman suatu daerah. bahkan belajar pada seseorang yang berumur lebih muda dari penulis, lebih dewasa sampai pada orang yang lebih tua. penulis sendiri haus akan ilmu pengetahuan bahkan setiap perguruan yang di datangi, namun hasilnya tidak terlalu memuaskan bahkan sampai pada tingkat ulama terkenalpun. ternyata hasil yang penulis dapatkan bahwa semakin jauh kita mencari keluar, semakin jauh pula kita mengenal diri kita. itu semua membuktikan bahwa kelestarian dari ilmu rahasia jati diri ini tetap terjaga dengan baik, meskipun setinggi pelajaran apapun dari suatu literature buku atau langsung dengan seorang guru. tetap saja ilmu suri ini sukar kita dapatkan. coba anda perhatikan dari sekian banyak orang menimba ilmu spiritual baik pada suatu perguruan, yayasan, pesantren ditambah dengan sumber-sumber lain berapa orangkah yang sudah tercapai tujuannya, meskipun teknik-teknik telah dipelajari sampai tataran tingkat tinggi mulai dari olah napas, olah gerak, konsentrasi, dzikir dll. Akan tetapi tetap saja hasilnya “nol” sama sekali.