Langsung ke konten utama

Cara Praktis Mengurus ISBN


Apa itu ISBN?
  • ISBN, kependekan dari International Standard Book Number 
  • Fungsi ISBN adalah sebagai kode identifikasi nomor terbitan buku. 
  • ISBN berguna untuk menghindari terjadinya kekeliruan ketika pemesanan buku. Sebab, boleh jadi judul buku sama, namun dikarang oleh orang yang berbeda.  
  • ISBN merupakan sarana bagi penerbit agar bukunya dikenal secara luas (mendunia). Karena, setiap negara memiliki kode nomor ISBN sendiri-sendiri. 
  • ISBN terdiri dari 10 digit yaitu: 3 digit pertama berupa pengenal kelompok (group identity), empat digit kedua berupa pengenal penerbit (publisher identity), dua digit ketiga adalah pengenal judul buku (title identity), dan satu digit terakhir merupakan pemeriksa (check digit).
  • ISBN negara Indonesia dimulai dengan angka 979 belakangan ditulis 978.

Di mana bisa mendapatkan ISBN?
  • Perpustakaan Nasional RI, Pusat Layanan Informasi (Tim ISBN/KDT). 
  • Lengkap data buku dengan mengirimkan judul buku, nama pengarang/penyusun/penerjemah, cetakan/edisi/revisi, tahun terbit, dan kota terbit, halaman judul, daftar isi kata pengantar, serta surat permohonan dari kantor/lembaga yang akan menerbitkan buku yang dimintakan ISBN/KDT tersebut, cover depan, cover belakang, copyright.
  • Bagi penerbit baru disediakan form dari PERPUS NASIONAL RI 

Lalu? 
  • Setelah buku jadi, penerbit wajib mengirimkan contoh terbitan yakni sebanyak 2 eksemplar, begitu seterusnya untuk terbitan dengan judul-judul berbeda. 

Badan Nasional ISBN
Tim ISBN/KDT
Pusat Layanan Informasi, Lt. IV-D
Jl. Salemba Raya 28A, PO Box 3624, Jakarta 10002
Telp. (021) 3154863-4, 3154870 (ext. 234, 247)
Fax. (021) 3103554
e-mail: info@pnri.go.id, pusnas@rad.net.id
atau Telp./Fax. di (021) 392 79 19

Badan Internasional ISBN (Jerman)
International Standard Book Number Agency
Staatsbibliothek Preussicher Kulturbeitz
D-1000 Berlin 30
Postdamer Strasse 33
Postfach 1407
Telex. 183160
Telp. (030) 2661 ext. 2338, 249

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi

Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh: 1. Ustad Najib Sanusi Lubis. 2. Ustad H. Hafiz Yazid. 3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali 4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati) 5. Abu H. Marhaban Adnan 6. Tgk Abdul Hamid Laduny 7. Abu Wahab 8. Ustad Bakri (Abun) 7. Ustad Ja'far Al-Munziri 8. Abdullah Habib, Kyai Langitan 9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo 10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa 11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM. 12. Dayah Budi Malikusshaleh 13. Buya Muhammad Jali Sadana Profil Singkat: Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.  Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.

Tanyalah Aku Sebelum Kehilangan Aku

Imam Ali k.w. berkata: "Wahai manusia, bertanyalah kepadaku sebelum kalian kehilangan aku. Sesungguhnya aku ini lebih mengetahui jalan-jalan langit daripada jalan-jalan bumi. Bahkan, aku mengetahui sebelum bencana itu terjadi dan menghempaskan impian-impian umat ini." Harga buku Rp. 67.000

Psikologi Ilmu Jiwa dalam Pandangan Ibn SIna

Setiap filosof tidak pernah luput dari pembahasan ten­tang jiwa manusia, karena jiwa merupakan bagian yang paling dekat dengan [diri] kita dan sangat mis­te­rius. Tetapi, setiap kali para pemikir mengira bahwa me­reka sudah mengetahui lebih banyak ten­tang jiwa, me­nyelami hakikatnya, menyingkap raha­sia­nya dan me­ngenali esensinya, ternyata mereka men­­­dapati ilmu itu laksana fatamorgana dan esensi jiwa sebagai feno­me­­na yang menarik. Bukti pentingnya karya Ibn Sînâ tentang jiwa dan pe­ngaruhnya yang besar pada Abad Pertengahan ada­lah bahwa karya itu telah diterjemahkan ke dalam ba­hasa Latin dan tersebar luas di kalangan filosof Eropa. Ini­ diperkuat oleh beberapa manuskrip Ibn Sînâ yang masih tersimpan di perpustakaan-per­pus­ta­kaan Ero­pa­ sampai sekarang dan berjumlah sekitar 45 manus­krip. Pemikiran Eropa masih sangat dipengaruhi karya-kar­­ya Ibn Sînâ sejak abad ke-12 M hingga abad ke-17 M, ketika muncul Rene Descartes yang banyak me­ng­u­tip argumentasi Ibn Sînâ dalam m...