Langsung ke konten utama

Merancang Masa Depan Si Buah Hati

Sungguh malang anak-anak yang oleh orang-tua dijadikan ajang kompetesi. Kompetesi tidak buruk, tapi kalau sudah mengarah mempersaingkan anak-anak dengan anak-anak yang lain. Ini perlu kita renungkan kembali. Mungkin, sebagian orangtua dulunya kurang berhasil, jadi ketika mendapati anak-anak telah tumbuh begitu ‘manis’, keyakinan untuk berkompetisi timbul. Mulai dari kompetesi bayi tersenyum, tertawa, bicara, berjalan, mewarnai dan lain sebagainya. Ada perlunya kita simak kata Penelope Leach  berikut ini:

"Perkembangan anak merupakan sebuah proses, bukan perlombaan. Kita bersikap seolah-olah anak yang bisa berjalan paling awal akan berjalan paling cepat, seolah-olah kata-kata pertama yang dia ucapkan merupakan pertanda bagi kalimat-kalimat bermakna yang akan diucapkannya nanti, dan seakan-akan prospek anak-anak sebagai seseorang yang cerdas, mandiri dan bersosialisasi bisa ditingkatkan dengan memacu mereka agar cepat melewati tahap tidak tahu apa-apa, bergantung, atau tak terkontrol yang pantas menurut usia mereka. Itu tidak benar dan banyak bukti untuk menunjukkannya."

Setiap anak dan orangtua adalah unik. Masing-masing memiliki prinsip. Apa yang cocok untuk sebuah keluarga, belum tentu konsepnya cocok untuk keluarga yang lain. Semoga kehadiran buku ini menciptakan khazanah bagi orang-tua agar dapat merancang masa depan si buah hati dengan sebaik-baiknya rancangan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengupas Wahdatul Wujud Syaikh Abdus Shamad Al-Palimban

Subjudul : Kajian kritis terhadap naskah Zâd al-Muttaqin fi Tauhid Rabb al-‘Alamin Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita, Rasulullah saw., keluarga dan para sahabatnya. Zâd al-Muttaqîn fi Tauhîd Rabb al-`Âlamîn adalah salah satu karya terpenting Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani. Dikatakan demikian,karena dari segi kandungannya, karya yang masih berbentuk naskah manuskrip ini, merupakan satu-satunya karya al-Palimbani yang secara utuh memaparkan ajarannya tentang Wihdat al-Wujûd, sehingga kehadiran karya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif dan menyeluruh tentang kerangka besar pemikiran sufistik al-Palimbani, terutama jika dikaitkan dengan pemikirannya dalam karya-karya sebelum dan sesudahnya. Sayangnya, karya ini belum dikenal, bahkan belum diketahui keberadaannya secara luas oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena memang naskah ini tidak tercantum dalam katalog-katalog naskah A...