Langsung ke konten utama

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi




Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh:
1. Ustad Najib Sanusi Lubis.
2. Ustad H. Hafiz Yazid.
3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali
4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati)
5. Abu H. Marhaban Adnan
6. Tgk Abdul Hamid Laduny
7. Abu Wahab
8. Ustad Bakri (Abun)
7. Ustad Ja'far Al-Munziri
8. Abdullah Habib, Kyai Langitan
9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo
10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa
11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM.
12. Dayah Budi Malikusshaleh
13. Buya Muhammad Jali Sadana


Profil Singkat:

Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. 

Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.


Komentar

Unknown mengatakan…
Saya mau beli buku melepas belitan wahabi, bukunya ada pak?
Sumatera Link mengatakan…
Bukunya tersedia, silakan hubungi HP. 0812 6574 8769
Unknown mengatakan…
Di kirim lewat apa yaa akhii??

cakmus mengatakan…
Pak bukunya masih tersedia?
Unknown mengatakan…
Pak bukunya masih tersedia?


CELANA mengatakan…
Pak saya mau beli bukunya
24 Jam mengatakan…
Assalamualaikum,Alhamdulillah buku Melepas Belitan Wahabi sudah tersedia. Hub WA 0812 6574 8769
24 Jam mengatakan…
Assalamualaikum. Buku "melepas belitan wahabi" stoknya sudah tersedia. Silakan hubungi via WA 0812 6574 8769
24 Jam mengatakan…
Bukunya tersedia.
24 Jam mengatakan…
Dikirim via JNE, TIki, SAP
24 Jam mengatakan…
Bpk di kota mana, hub 0812 6574 8769
Mu'minin mengatakan…
Apakah bukunya masih teredia?
Unknow mengatakan…
Masih adakah buku ini ??
Unknown mengatakan…
Assalamu'alaikum, apa buku nya masih ada melepas belitan Wahabi nya.
Unknown mengatakan…
Saya minat buku ini.. Apa stok masih ada gan. ..
Unknown mengatakan…
Buku melepas belitan Wahabi masih tersedia min ? Saya mau beli jika ada
Wahyu A mengatakan…
Masih bisakah saya miliki gan...?
Syafrizon mengatakan…
Assalamu'alaikum bapak saya nak pesan buku Abi maulana
Unknown mengatakan…
Buku nya masih ada pak

Postingan populer dari blog ini

Mengupas Wahdatul Wujud Syaikh Abdus Shamad Al-Palimban

Subjudul : Kajian kritis terhadap naskah Zâd al-Muttaqin fi Tauhid Rabb al-‘Alamin Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita, Rasulullah saw., keluarga dan para sahabatnya. Zâd al-Muttaqîn fi Tauhîd Rabb al-`Âlamîn adalah salah satu karya terpenting Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani. Dikatakan demikian,karena dari segi kandungannya, karya yang masih berbentuk naskah manuskrip ini, merupakan satu-satunya karya al-Palimbani yang secara utuh memaparkan ajarannya tentang Wihdat al-Wujûd, sehingga kehadiran karya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif dan menyeluruh tentang kerangka besar pemikiran sufistik al-Palimbani, terutama jika dikaitkan dengan pemikirannya dalam karya-karya sebelum dan sesudahnya. Sayangnya, karya ini belum dikenal, bahkan belum diketahui keberadaannya secara luas oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena memang naskah ini tidak tercantum dalam katalog-katalog naskah A

Yang Mengenal Dirinya-Yang Mengenal Tuhannya

Sebagai agama samawi yang terakhir dan paling komprehensif, Islam menekankan bahwa Tuhan sama sekali bersifat transenden dari ciptaan-Nya. Berkenaan dengan pernyataan ini, kaum sufi sepakat sepenuhnya. Mereka berkata, ?Dengan rupa apa pun engkau membayangkan Tuhan, Dia tetap berbeda dari bayanganmu.? Namun, pada saat yang sama, mereka meyakini bahwa Tuhan juga bersifat imanen, selalu ada di dalam semua ciptaan-Nya. Bahkan, mustahil bagi manusia untuk mengetahui Tuhan kecuali melalui ciptaan-Nya. Menurut kaum sufi, ciptaan yang paling dekat dan paling mudah untuk mengantar kepada pengenalan Tuhan adalah diri manusia sendiri. Karena itulah Rasulullah saw. bersabda, ?Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.? Jalâluddîn Rûmî, yang terkenal dengan puisi-puisi sufistiknya, kali ini menyusun aforisme-aforisme yang luar biasa indah dan dalam. Buku ini adalah salah satu magnum opus-nya. Jika Matsnawî dianggap sebagai karya puisi terbaik, maka buku ini, yang edisi bahasa Arabnya

Tauhid dan Sains Prof Osman Bakar

Dr Osman Bakar, ilmuwan Muslim Malaysia , melalui karyanya Tauhid dan Sains ingin menggambarkan relasi sains dan agama dengan mempromosikan relasi sains dan tauhid yang kemudian mengabsahkan istilah sains Islam. Dia berfokus pada kajian Islam non-orientalis yang berperspektif fundamentalis. Penemuan paling penting tentang sains Islam sebagaimana diuraikan dalam karya Profesor Hussein Nasr , menjadi rujukan utama. Melalui karya Nasr, Osman Bakar menyimpulkan, tidak ada satu metode pun dalam sains yang mengesampingkan metode lain. Terbukti, deretan ilmuwan profesional Barat sekelas R Oppenheimer, E Schrodinger, dan Fritjof Capra berpaling pada doktrin Timur dengan harapan menemukan solusi masalah di ujung perbatasan fisika modern (hal 85-86). Meskipun demikian, tidak berarti perbedaan fundamental antara konsepsi Islam dan konsepsi modern tentang metodologi sains lenyap. Ini terutama disebabkan metode ilmiah dalam sains modern (Barat) memiliki perbedaan epistemologi mendasar dari metode