Langsung ke konten utama

Buku di Tengah Hiruk Kota


Pepatah mengatakan, "Buku adalah jendela dunia di mana kita bisa melihat isi dunia tanpa harus melakukan perjalanan, hanya cukup membaca sebuah halaman. Dan buku adalah jendela ilmu yang akan membuka cakrawala kehidupan manusia." Itu kata pepatah. Nyatanya kalau kita tidak berpergian kita tidak akan memiliki ilmu dan tidak dapat melihat dunia.

Buku di tengah hiruk kota seperti sebuah hidangan yang hanya dipampang. Berapa orangkah yang membaca buku sekarang ini?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengupas Wahdatul Wujud Syaikh Abdus Shamad Al-Palimban

Subjudul : Kajian kritis terhadap naskah Zâd al-Muttaqin fi Tauhid Rabb al-‘Alamin Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita, Rasulullah saw., keluarga dan para sahabatnya. Zâd al-Muttaqîn fi Tauhîd Rabb al-`Âlamîn adalah salah satu karya terpenting Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani. Dikatakan demikian,karena dari segi kandungannya, karya yang masih berbentuk naskah manuskrip ini, merupakan satu-satunya karya al-Palimbani yang secara utuh memaparkan ajarannya tentang Wihdat al-Wujûd, sehingga kehadiran karya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif dan menyeluruh tentang kerangka besar pemikiran sufistik al-Palimbani, terutama jika dikaitkan dengan pemikirannya dalam karya-karya sebelum dan sesudahnya. Sayangnya, karya ini belum dikenal, bahkan belum diketahui keberadaannya secara luas oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena memang naskah ini tidak tercantum dalam katalog-katalog naskah A...