Langsung ke konten utama

Tafsir Juz Amma-Tafsir Populer untuk Semua Kalangan

Alhamdu lillah, dengan izin dan ma‘unah Allah SWT, telah dapat diselesaikan tafsir Juz ‘Amma jilid satu ini. Jilid satu ini memuat dan membahas surah Al-Fâtihah dan dua puluh dua surah pendek di Juz ‘Amma (juz ke-30) dengan urutan mundur, dimulai dari surah an-Nâs sampai adh-Dhuhâ. Dan pada jilid dua insya Allah dilanjutkan dengan surah al-Lail sampai surah an-Nabâ’. Perlu diketahui, sesungguhnya banyak ragam metode dan corak tafsir, di antaranya Metode Ijmâlî (global) yang menyajikan penafsiran secara global dan singkat, sehingga terasa dan menyentuh pembacanya dalam gaya dan kalimat-kalimat
Alquran. Seterusnya metode Maudhû‘î yang menyajikan pesan ayat-ayat Alquran yang berbicara tentang satu topik dalam satu kesatuan utuh. Adapula metode Muqârin (komparatif) yaitu dengan cara membandingkan satu ayat dengan ayat 8 yang lain atau dengan hadits Nabi saw. yang kelihatannya bertentangan atau bahkan pendapat dua ulama
atau lebih menyangkut ayat-ayat tertentu. Kemudian ada metode Tahlîlî yang menafsirkan ayat-ayat Alquran dari berbagai seginya ayat demi ayat, sebagaimana urutannya dalam mushhaf Alquran.

Salah satu corak dari tafsir Tahlîlî yaitu yang disebut juga dengan tafsîr bil ma’tsûr, dimana seorang mufassir mengandalkan penjelasan Alquran dan Sunnah Nabi saw. untuk menyajikan pesan-pesan Kitab Suci ini. Memang cara yang terbaik adalah kembali kepada Alquran dan penjelasan Rasulullah saw. sebagai mufassir pertama dan utama.

Kami menyajikan tafsir Juz ‘Amma ini dengan bahasa yang lugas, ringan dan populer tetapi isinya mencakup, sehingga mudah difahami oleh semua tingkat pembacanya. Surah-surah pendek dalam Juz ‘Amma ini mencakup ayat-ayat:
1. Tentang kenikmatan yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad saw.
2. Kemuliaan manusia tergantung kepada iman dan amalnya.
3. Perintah Allah dalam menjalani kehidupan agar selalu bertawakal kepada
Allah.
4. Allah mengajarkan kepada manusia ilmu-ilmu yang belum diketahuinya.
5. Orang-orang kafir ditegaskan akan abadi dalam neraka menerima siksaan.
6. Kemuliaan Lailatul Qadar karena dalam bulan Ramadhan itu Alquran diturunkan.
7. Setiap orang akan melihat segala perbuatannya di hari akhir, tidak ada yang tersembunyi dan setiap perbuatan manusia dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat.
8. Dijelaskan kerugian-kerugian manusia di akhirat nanti.
9. Setiap manusia pasti mengalami kehidupan di alam Barzakh.
10. Lupa kepada kubur yang akan dimasukinya menyebabkan manusia menjadi ingkar.
11. Surga akan dihuni oleh orang-orang yang berat timbangan kebaikannya
waktu di dunia dan neraka Hawiyah adalah tempatnya orang-orang yang ringan timbangannya.
12. Kerugian orang-orang yang tidak beriman dan beramal shaleh di dunia.
13. Kekayaan ternyata tidak selalu dapat menolong pemiliknya.
14. Perlindungan Allah terhadap Ka‘bah di Mekkah menunjukkan kekuasaan dan keperkasaan Allah.
15. Hanya Allah yang mampu membebaskan manusia dari rasa ketakutannya.
16. Beberapa sifat pendusta agama.
17. Berkorban adalah sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah.
18. Dalam Islam tegas dijelaskan mengenai aqidah.
19. Pertolongan hanya dari Allah.
20. Penegasan bahwa Allah tiada beranak dan tiada diperanakkan, dan Allah tidak serupa dengan apa pun.
21. Berlindung dari bermacam kejahatan hanya kepada Allah.
22. Waspadai bisikan setan dalam segala keadaan dan kesempatan.


Harga Buku Rp. 35.000,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi

Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh: 1. Ustad Najib Sanusi Lubis. 2. Ustad H. Hafiz Yazid. 3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali 4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati) 5. Abu H. Marhaban Adnan 6. Tgk Abdul Hamid Laduny 7. Abu Wahab 8. Ustad Bakri (Abun) 7. Ustad Ja'far Al-Munziri 8. Abdullah Habib, Kyai Langitan 9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo 10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa 11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM. 12. Dayah Budi Malikusshaleh 13. Buya Muhammad Jali Sadana Profil Singkat: Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.  Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.

Abi Maulana Syarifuddin-Melepas Belitan Wahabi

Buku-buku Kajian dan Pemikiran

Jurnal Antropologi Indonesia 68/Mei – Agustus 2002 (Rp. 13.000) - Konflik Sekitar Devolusi Kekuasaan Ekonomi dan Politik - Desentralisasi atau Separasi? Suatu Tinjauan dari Sulawesi Selatan - When the Elephants Fight the Grass Suffers’: Decentralisation and the Mining Industry in Indonesia Jurnal Antropologi Indonesia 69/September – Desember 2002 (Rp. 13.000) - Connectionism: Alternatif dalam Memahami Dinamika Pengetahuan Lokal dalam Globalisasi - Translation and Authenticity in Mentawaian Activism - Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural Jurnal Antropologi Indonesia 70/Januari – April 2003 (Rp. 17.000) - Membangun Kembali Indonesia, Membangun Kembali Bali - After the Kuta Bombing – In Search of the Balinese ‘Soul’ - From Puiq “Silencing” to Politik: Transformations in Political Action and Cultural Exclusion from late-1990′s Jurnal Antropologi Indonesia 71/Mei – Agustus 2003 (Rp. 17.000) - Kebijakan Negara Indonesia Terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke ...