Langsung ke konten utama

Merancang Masa Depan Si Buah Hati

Sungguh malang anak-anak yang oleh orang-tua dijadikan ajang kompetesi. Kompetesi tidak buruk, tapi kalau sudah mengarah mempersaingkan anak-anak dengan anak-anak yang lain. Ini perlu kita renungkan kembali. Mungkin, sebagian orangtua dulunya kurang berhasil, jadi ketika mendapati anak-anak telah tumbuh begitu ‘manis’, keyakinan untuk berkompetisi timbul. Mulai dari kompetesi bayi tersenyum, tertawa, bicara, berjalan, mewarnai dan lain sebagainya. Ada perlunya kita simak kata Penelope Leach  berikut ini:

"Perkembangan anak merupakan sebuah proses, bukan perlombaan. Kita bersikap seolah-olah anak yang bisa berjalan paling awal akan berjalan paling cepat, seolah-olah kata-kata pertama yang dia ucapkan merupakan pertanda bagi kalimat-kalimat bermakna yang akan diucapkannya nanti, dan seakan-akan prospek anak-anak sebagai seseorang yang cerdas, mandiri dan bersosialisasi bisa ditingkatkan dengan memacu mereka agar cepat melewati tahap tidak tahu apa-apa, bergantung, atau tak terkontrol yang pantas menurut usia mereka. Itu tidak benar dan banyak bukti untuk menunjukkannya."

Setiap anak dan orangtua adalah unik. Masing-masing memiliki prinsip. Apa yang cocok untuk sebuah keluarga, belum tentu konsepnya cocok untuk keluarga yang lain. Semoga kehadiran buku ini menciptakan khazanah bagi orang-tua agar dapat merancang masa depan si buah hati dengan sebaik-baiknya rancangan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Kajian dan Pemikiran

Jurnal Antropologi Indonesia 68/Mei – Agustus 2002 (Rp. 13.000) - Konflik Sekitar Devolusi Kekuasaan Ekonomi dan Politik - Desentralisasi atau Separasi? Suatu Tinjauan dari Sulawesi Selatan - When the Elephants Fight the Grass Suffers’: Decentralisation and the Mining Industry in Indonesia Jurnal Antropologi Indonesia 69/September – Desember 2002 (Rp. 13.000) - Connectionism: Alternatif dalam Memahami Dinamika Pengetahuan Lokal dalam Globalisasi - Translation and Authenticity in Mentawaian Activism - Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural Jurnal Antropologi Indonesia 70/Januari – April 2003 (Rp. 17.000) - Membangun Kembali Indonesia, Membangun Kembali Bali - After the Kuta Bombing – In Search of the Balinese ‘Soul’ - From Puiq “Silencing” to Politik: Transformations in Political Action and Cultural Exclusion from late-1990′s Jurnal Antropologi Indonesia 71/Mei – Agustus 2003 (Rp. 17.000) - Kebijakan Negara Indonesia Terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke ...

500 Resep Terfavorit Sisca Soewitomo

Buku 500 Resep Masakan Terfavorit ini merupakan kumpulan resep dari Sisca Soewitomo, praktisi boga ternama di negeri ini. Aneka resep masakan tersedia dalam buku ini, mulai dari masakan tradisional hingga masakan modern, dengan variasi yang amat lengkap. Cara menggunakan buku ini pun sangat praktis karena jenis masakan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, dalam kategori “nasi” Anda dapat menemukan resep Nasi Bungkus Peda Panggang, Nasi Bungkus Kencur, Nasi Bakar, dan Aneka Nasi Rames. Selain Nasi, kategori lain yang bisa Anda temukan adalah Sup & Soto, Ayam, Daging, Seafood, Sayuran, Tempe, Tahu, Pasta, Mi & Pangsit, dan Bubur & Telur. Selain itu, buku ini dilengkapi pula dengan aneka resep acar dan sambal juga bumbu dasar yang akan sangat membantu Anda. Ukuran : 18 x 24 cm Tebal : 512 halaman Terbit : April 2011 Cover : Hardcover ISBN : 978-979-22-6897-3 Harga buku Rp. 239.000,-

Penulis Buku MELEPAS BELITAN WAHABI-USTAD SYARIFUDDIN TAMIANG