Langsung ke konten utama

percikan cahaya ilahi

Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya 'percikan cahaya Ilahi' sajalah yang meneranginya. Ketika mata-hati telah dibutakan oleh nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran. Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahaya tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju ke haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari Ilahi (al-fath ar-rabbani) dan limpahan cahaya dari Tuhan yang Maha Pengasih (al-faidh ar-rahmani)

"Jika kau masih takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika kau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka kau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita."

Buku yang berisi petuah-petuah dari pendiri dan pemuka tarekat Qadariyah ini, Syaikh Abdul Qadir Jailanim sangat penting bagi para penempuh jalan ruhani (salik) yang selalu mengharapkan kerindhaan Allah. Petuah-petuah dalam buku ini bisa dijadikan sebagai bimbingan yang sangat berharga dalam menapak jalan sufi, mencapai kebeningan hati, dan meniti tangga pengetahuan tentang Ilahi.

Harga buku Rp 74.900

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumah Tangga Nabi Muhammad saw. Baitun-Nubuwwah

Buku Baitun Nubuwwah ini sungguh merupakan salah satu karya yang patut dibaca oleh setiap keluarga yang mendambakan kedamaian dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat, lebih-lebih dalam era dimana nilai-nilai kehidupan rumah tangga telah luntur." - Dr. M. Quraish Shihab , ukuran 16 x 24 cm, 1228 hlm. Harga buku Rp. 194.000

Menyisir Jejak Betawi-Batavia 1740

Sinopsis Di akhir abad ke-19, sebuah kota melahirkan etnisnya sendiri. Tradisi dan budayanya diikat oleh Islam yang bersahabat , terbuka, dan memberi ruang bagi yang lain. Proses "menjadi" itu berlangsung di tengah pahit getir perbudakan. Arsiteknya adalah orang-orang pinggiran dan dikembangkan oleh kaum berada dan terpelajar di kota. Kota itu bernama Batavia. Etnis dan budayanya disebut Betawi--Betawi pinggiran dan Betawi Tengah. Batavia dan Betawi, seperti sebuah rumah dengan penghuninya. Kota bukan lagi sekadar tempat mencari atau menghamburkan uang, tetapi menjadi tempat yang baik membangun tradisi dan mengikat kebersamaan. Dalam perjalanan waktu, ada tradisi yang memudar bahkan hilang semangat dan keindahannya. Tetapi di sisi lain, harapan akan gagasan-gagasan untuk membangun tradisi baru masih terus mengalir hingga kini. Mudah-mudahan buku ini bisa ikut membuka kembali proses "menjadi" orang Jakarta sehingga Jakarta tak lagi sekadar tempat bagi orang-ora...

Quantum Qalbu 1-Nutrisi untuk Hati (Terj. Qutul Qulub)

Buku Pertama berisi: Ayat-ayat Alquran tentang orang shalih; tata-cara wirid; amalan siang dan malam; zikir dan doa setelah subuh; shalat sunnat fajar; keutamaan shalat siang dan malam hari; shalat witir dan keutamaan shalat malam; waktu-waktu mustajab dan shalat tasbih; tentang Alquran; seluk-beluk shalat Jumat; tentang puasa. Syaikh Muhammad bin Ali bin Athiyyah al-Haritsi al-Makki, yang dikenal dengan Abu Thalib al-Makki, lahir di Makkah. Ia adalah seorang ulama yang banyak melakukan riyadhah (olah batin) dan mujahadah. Konon, selama bertahun-tahun ia tidak mengonsumsi makanan selain sayuran yang ditanamnya sendiri, sehingga kulitnya memucat. Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah satu-satunya terjemahan kitab tersebut dalam bahasa Indonesia! ISBN: 978-979-1096-56-0, 16 x 24 cm, 422 hlm. Harga buku Rp. 85.000