Langsung ke konten utama

360 Cerita Jenaka Nasruddin Hoja

Hampir tiap etnis atau bangsa memiliki tokoh-tokoh lucu, humoris, Bahkan konyol dan sinting dengan perkataan dan perilakunya kadang-kadang menggelikan atau menjengkelkan dan tidak masuk akal serta diluar kewaiaran. Namun jika direnungkan, dibalik ketidaknormalan-nya terkandung butir-butir hikmah. Di Tatar Sunda misalnya, ada tokoh Si Kabayan. Di Jawa Tengah ada Man Doblang. Di Bali terkenal nama Pan Balang Imak. Di Sumatera, Lebai Malang. Di Jerman ada Baron von Munchausen. Semuanya berwatak sama : lugu tapi bijak. Di antara nama-nama itu, Nasruddin Hoja tampaknya yang paling menjulang. Mungkin karena sering dikisahkan berulang-ulang dalam berbagai versi dan bahasa. Serta mendapat dukungan yang paling tepat seiring dengan penyebaran kekuasaan Islam keseantero permukaan bumi. Juga dijadikan media pendidikan oleh kelompok-kelompok sufi yang juga memiliki wilayah pengaruh cukup luas. Keuniversalan kisah Nasruddin Hoja membuat Unesco menetapkan tahun 1996 sebagai "Tahun Nasruddin Hoja".
Harga buku Rp. 39.000

Komentar

pagibasuni mengatakan…
buku ini masih ada stoknya?
mohon infonya
terima kasih

Postingan populer dari blog ini

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi

Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh: 1. Ustad Najib Sanusi Lubis. 2. Ustad H. Hafiz Yazid. 3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali 4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati) 5. Abu H. Marhaban Adnan 6. Tgk Abdul Hamid Laduny 7. Abu Wahab 8. Ustad Bakri (Abun) 7. Ustad Ja'far Al-Munziri 8. Abdullah Habib, Kyai Langitan 9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo 10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa 11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM. 12. Dayah Budi Malikusshaleh 13. Buya Muhammad Jali Sadana Profil Singkat: Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.  Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.

Abi Maulana Syarifuddin-Melepas Belitan Wahabi

Shalat Ahli Makrifat-Imam Khomeini

Shalat dan juga semua ritus ibadah lainnya memiliki aspek batin, inti, dan hakikat yang berbeda dari bentuk dan aspek lahiriahnya. Kebenaran pemyataan ini bisa dipahami dari salah satu hadis Nabi saw. berikut ini: "Dua orang dari umatku mengerjakan shalat. Rukuk dan sujud mereka sama, tetapi di antara shalat mereka berdua ada perbedaan sejarak langit dan bumi." Bagi ahli makrifat, shalat adalah kendaraan (burâq) dan tangga mikraj menuju hadirat Allah. Selama shalat seseorang masih berupa "bentuk shalat" dan tidak sampai pada batin dan rahasianya, maka ia masih tetap sekadar "bentuk manusia" dan tidak sampai pada hakikat manusia. Ada kalanya ibadah-ibadah yang telah kita lakukan selama lima puluh tahun atau lebih—sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi saw.—tidak erpengaruh baik pada hati kita, namun justru memperburuknya. Dan karena itu pula shalat yang selama ini kita lakukan, yang semestinya mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, tidak pernah men...