Langsung ke konten utama

Tafsir Ayat-ayat Kematian—Alamah Thabathaba'I

Buku ini membahas risalah manusia sebelum ke dunia, ketika di dunia, dan saat berangkat pulang meninggalkan dunia. Dari semua itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia dengan seluruh karakteristik diri, sifat, dan perbuatannya, ada di alam ide (mitsal) tanpa aktualisasi sifat-sifatnya yang tercela, perbuatan-perbuatan jahatnya, faktor-faktor kekurangannya, dan aspek-aspek ketiadaannya. Ia ada di sana dalam kehidupan yang sangat berbahagia dan menyenangkan di tengah kelompok orang-orang yang suci dari barisan para malaikat yang disucikan, dalam keadaan senang dengan apa yang disaksikannya berupa cahaya Tuhannya, cahaya dirinya, dan kilauan ufuknya; menikmati persahabatan dan keakraban dengan orang-orang baik. Dia sana ia tidak tersentuh keletihan dan kelelahan, tidak ternodai oleh kotoran-kotoran kekurangan dan aib, tidak ada penghalang di antara dia dan segala yang diinginkannya, tidak ada sakit dan kejemuan yang menimpanya.

Allah SWT membedakan antara khalaq dan amr. Oleh karena itu, kita tahu bahwa khalaq bukan amr. Dan amr itu bukanlah semata-mata merupakan pengaruh substansi benda-benda maujud, sehingga substansi dikhususkan bagi wilayah khalaq, sementara pengaruh substansi dikhususkan bagi wilayah amr. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

Katakanlah, "Ruh itu adalah amr Tuhan-Ku..." (QS 17:85)

Karena buku ini bertajuk universal dan menunjukkan banyak hal tentang tafsir ayat-ayat kematian, maka ia disusun dari hal-hal yang konkret. Allah SWT telah memberitahukan bahwa untuk mempelajari tafsir yang tidak terbatas manusia perlu menenteramkan hatinya terlebih dahulu supaya mengerti dan sampai kepada pemahaman tentang segala sesuatu, termasuk memahami buku ini.

ISBN: 978-979-1096-99-7
Alamah Thabathaba'I
Ukuran : 13,5 x 23,5 cm, 220 hlm.
Harga buku Rp. 49.000,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rute Angkot di Kota Medan-Sumatera Utara Lengkap

1. CV. Desa Maju 45, Rute: Letda Sujono / Batas Kota – Jln. Gaperta . PP 2. PT. Mars 13, Rute: P. Mandala / Batas Kota – Tj. Gusta Sukadono. PP 60, Rute: Aksara- Hayam Wuruk- Pd. Bulan- Pasar I 65, Rute: Tembung / Batas Kota – Bagan Deli / Belawan. PP 70, Rute: P. Mandala / Batas Kota – T. P Baris. PP 71, Rute: Tj. Gusta – Tembung / Batas Kota. PP 45, Rute: B. Katamso / Batas Kota – Pasar V / Batas Kota. PP 128, Rute: Jln. Letda Sujono / Batas Kota-Belawan/Gabion. PP 129, Rute: Jln. B. Katamso / Bts Kota – Belawan / Gabion. PP 130, Rute: Tj. Selamat / Bts Kota – Belawan / Gabion. PP 131, Rute: Jln. Jamin Ginting / Bts Kota – Gabion. PP 133, Rute: Tj. Selamat / Bts Kota – P. Pasar / Bts Kota. PP 3.CV. Mitra Transport 141, Rute: Pancur Batu / Bts Kota – P. Mandala / Bts Kota. PP 142, Rute: Pancur Batu / Bts Kota – Gabion Belawan. PP 143, Rute: Tembung Psr X / Bts Kota – Tj. Anom / Bts Kota. PP 144, Rute: Desa Martoba / Desa Kelambir V / Bts Kota. PP 145, Rute: Tj....

Adakah Syafaat Dalam Islam: Pro dan Kontra

Para penentang konsep syafaat menganggap bahwa konsep ini dapat menjerumuskan kita ke dalam perbuatan syirik. Sedangkan para pendukungnya memperdebatkan apakah syafaat diberikan kepada pelaku dosa . Ataukah justru diberikan untuk menambah kemuliaan orang yang memang shalih. Dalam buku ini, sang penulis tidak saja mengatasi perdebatan yang berlangsung sekitar masalah syafaat, tetapi lebih dari itu, beliau merinci satu per satu hal yang berhubungan dengan masalah syafaat. Syaikh Ja’far Subhani membahasnya lebih lengkap, mulai dari definisi, pendapat para ulama Islam tentang syafaat, ayat-ayat Al Quran tentangnya, hingga menjabarkan jenis-jenis syafaat, mengupas keberatan para penentangnya, hadits-hadits yang berkenaan dengan syafaat, dan bahkan ulasan tentang syafaat dalam sastra Arab. Inilah buku yang paling dalam dan lengkap, yang menyelesaikan perdebatan sekitar masalah syafaat. Keluasan ilmu dan ketekunan pelulisnya mengumpulkan referensi dari hamper semua mazhab, manjadi jami...

Risalah Shalat Tarawih & Shalat - Shalat Sunnah

Oleh: KH. M. Sufyan Raji Abdullah, Lc. Penerbit :Pustaka Al-Riyadl Harga buku: Rp. 25.000,- Tidak ada yang baru dalam hukum shalat, juga tidak ada yang barudalam cara dan gerakan shalat, baik shalat fardlu maupun sunnah. Semuanya telah ditetapkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka hendaklah mengerjakan shalat benar-benar sesuai yang diperintahkan, dianjurkan, ditetapkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bukan malah menambah, mengurangi, dan membuat cara, gerakan dan tata cara, gerakan dan tata cara surat yang baru. Nabi SAW telah memerintahkan kepada umatnya agar shalat meniru gerakan dan cara shalat sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dewasa ini ada sebagian manusia yang menjalankan ibadah bukan lagi semata karena taat menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, namun sudah merambah ke planet lain, diantaranya untuk sebagai ciri, identitas, dan simbol suatu aliran, Organisasi atau Sekte. Maka muncul sejumlah cara dan gerakan. Maka muncul s...