Langsung ke konten utama

Meski Dosamu Menggunung Bertobatlah:: Syaikh Muzaffer Ozak Al-Jerrahi

Harga buku Rp. 39.000,-

Nabi Muhammad saw. berkata : "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertobat."
 
Meski dosamu menggung, bertobatlah! Karena tobat tidak membuatmu hina di hadapan Allah. Mulailah untuk berubah, dan hiduplah dengan sungguh-sungguh, bersih, dan bersiaplah untuk menjadi manusia baru! Percayalah, hasrat untuk bertobat akan mendorongmu mencapai impian, kenyataan dan kebahagiaan. Engkau dilahirkan dengan jiwa yang tenang, maka gunakanlah!

Dilengkapi dengan kisah-kisah menawan dari pengalaman orang-orang terdahulu, menjadikan buku ini sangat mudah dimengerti dan diamalkan.

ISBN : 978-979-1096-78-2
Judul : Meski Dosamu Menggunung Bertobatlah
Pengarang : Syaikh Muzaffer Ozak al-Jerrahi
Penerbit : Pustaka Hidayah
Bahasa : Arab - Indonesia
Sampul : Soft Cover
Ukuran : 13 x 17 cm
Jumlah Halaman : 260 hlm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi

Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh: 1. Ustad Najib Sanusi Lubis. 2. Ustad H. Hafiz Yazid. 3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali 4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati) 5. Abu H. Marhaban Adnan 6. Tgk Abdul Hamid Laduny 7. Abu Wahab 8. Ustad Bakri (Abun) 7. Ustad Ja'far Al-Munziri 8. Abdullah Habib, Kyai Langitan 9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo 10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa 11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM. 12. Dayah Budi Malikusshaleh 13. Buya Muhammad Jali Sadana Profil Singkat: Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.  Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.

Abi Maulana Syarifuddin-Melepas Belitan Wahabi

Buku-buku Kajian dan Pemikiran

Jurnal Antropologi Indonesia 68/Mei – Agustus 2002 (Rp. 13.000) - Konflik Sekitar Devolusi Kekuasaan Ekonomi dan Politik - Desentralisasi atau Separasi? Suatu Tinjauan dari Sulawesi Selatan - When the Elephants Fight the Grass Suffers’: Decentralisation and the Mining Industry in Indonesia Jurnal Antropologi Indonesia 69/September – Desember 2002 (Rp. 13.000) - Connectionism: Alternatif dalam Memahami Dinamika Pengetahuan Lokal dalam Globalisasi - Translation and Authenticity in Mentawaian Activism - Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural Jurnal Antropologi Indonesia 70/Januari – April 2003 (Rp. 17.000) - Membangun Kembali Indonesia, Membangun Kembali Bali - After the Kuta Bombing – In Search of the Balinese ‘Soul’ - From Puiq “Silencing” to Politik: Transformations in Political Action and Cultural Exclusion from late-1990′s Jurnal Antropologi Indonesia 71/Mei – Agustus 2003 (Rp. 17.000) - Kebijakan Negara Indonesia Terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke ...