Langsung ke konten utama

Percik Renungan Kutipan Buku

"Anak-anak adalah Jembatan Menuju Surga." —Merancang Masa Depan Si Buah Hati.
"Ketakutan terkadang tidak nyata. Terima rasa takutmu dan tariklah nafas yang dalam kemudian lepaskan." —Menerjang Rasa Takut.

"Islam itu indah, Islam itu mudah." —30 Menit Mengenal Islam.

"Untuk mendapatkan kepercayaan, kita harus memberi kepercayaan." —The Swordless Samurai
"Adalah kenyataan sejarah bahwa Nabi Adam a.s., tergelincir dalam perbuatan dosa. Karenanya, jika manusia tergelincir dalam dosa seperti bapaknya, maka itu merupakan "kebiasaan yang diwarisi sejak dulu." Namun, bila sang bapak menambal setelah memecahkan, membangun setelah menghancurkan, bertobat setelah berbuat dosa, hendaklah hal itu juga dijadikan teladan, sehingga peniruan dilakukan dalam kedua sisinya: positif dan negatif."—Menebus Dosa, Imam Al-Ghazali

"Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri." —Kutipan dari buku, Quantum Qalbu I & II

"Syariat Islam yang diturunkan Allah kepada umat manusia adalah satu, dan risalah yang diembankan kepada nabi itu bersifat abadi tanpa batas waktu." —Menepis Keraguan Kesempurnaan Islam

"Dengan memuji-Nya akan terbuka semua buku, dengan mengingatnya akan muncul setiap khitab (percakapan-komunikasi). Dengan menyebut nama-Nya segala macam penyakit akan sembuh, semua kesulitan dan musibah akan terpecahkan. Dia mengabulkan doa orang yang benar-benar membutuhkan. Segala puji hanya milik Allah semata." —Fiqih Tasawuf terj. Al-Ghunyah li Thalibi wa al-Adab al-Islamiyyah Syaikh Abdul Qadir Jaelani

"Khasiat Bismillah, keutamaan kalimat Basmalah. Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa memungut selembar kertas dari atas tanah bertuliskan bismillahirrahnirrahim karena memuliakan Allah dan nama-Nya, supaya tidak sampai terinjak, maka di hadapan Allah dia sungguh termasuk golongan shiddiqun, dan kedua orangtuanya akan diringankan jika mereka musyrik." —Dahsyatnya Bismillah, karangan Dr. Muhammad Huwaidi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepas Belitan Wahabi, Dilengkapi Cara Shalat Nabi

Buku Melepas Belitan Wahabi diberi kata sambutan oleh: 1. Ustad Najib Sanusi Lubis. 2. Ustad H. Hafiz Yazid. 3. Abuya Tgk H. Jama;uddin Wali 4. Tgk H. Baidhawi Adnan (Abati) 5. Abu H. Marhaban Adnan 6. Tgk Abdul Hamid Laduny 7. Abu Wahab 8. Ustad Bakri (Abun) 7. Ustad Ja'far Al-Munziri 8. Abdullah Habib, Kyai Langitan 9. Buya H. Nasrial BA. DT. Rangkayao Dirajo 10. Ustad M. Arif Pasaman Koto Mojobasa 11. Bupati Aceh Barat Daya, Drs. HT. Burhanuddin Sampe, MM. 12. Dayah Budi Malikusshaleh 13. Buya Muhammad Jali Sadana Profil Singkat: Ustad Abi Maulana Syarifuddin Bin Husin kelahiran desa Pantai Jempa Kec. Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.  Harga buku Rp. 200.000, belum termasuk ongkos kirim. Disusun dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga mudah dipahami.

Abi Maulana Syarifuddin-Melepas Belitan Wahabi

Buku-buku Kajian dan Pemikiran

Jurnal Antropologi Indonesia 68/Mei – Agustus 2002 (Rp. 13.000) - Konflik Sekitar Devolusi Kekuasaan Ekonomi dan Politik - Desentralisasi atau Separasi? Suatu Tinjauan dari Sulawesi Selatan - When the Elephants Fight the Grass Suffers’: Decentralisation and the Mining Industry in Indonesia Jurnal Antropologi Indonesia 69/September – Desember 2002 (Rp. 13.000) - Connectionism: Alternatif dalam Memahami Dinamika Pengetahuan Lokal dalam Globalisasi - Translation and Authenticity in Mentawaian Activism - Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural Jurnal Antropologi Indonesia 70/Januari – April 2003 (Rp. 17.000) - Membangun Kembali Indonesia, Membangun Kembali Bali - After the Kuta Bombing – In Search of the Balinese ‘Soul’ - From Puiq “Silencing” to Politik: Transformations in Political Action and Cultural Exclusion from late-1990′s Jurnal Antropologi Indonesia 71/Mei – Agustus 2003 (Rp. 17.000) - Kebijakan Negara Indonesia Terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke ...